Kemarin adalah hari duka, nenek yg dekat dengan ku meningggal dunia, itu semua adalah takdir. Tak ada yang tau kapan kita akan lahir, hidup lama, atau bahkan kembali kesisi tuhan.
Mungkin inilah yg di namakan firasat :
1) Hari itu tepat akan di adakan dramsos (drama sosiologi) di situ aku berperan sebagai seorang penyuluh gerakan anti narkoba, memakai kemeja yg berwarna hitam dng pasangan kerudung hitam, mugkin menurut beberapa org itu adalah hal yg biasa, ada beberapa teman bertanya padaku “lis, kamu pake baju serba hitam, mau ngelayat? “ aku sih hanya tersenyum cuek. Dan pada saat itu pula aku baru sadar jikalau aku membawa beberapa benda berwarna kuning (yg org bilang lambang kematian) tapi aku cuek saja . Tak lama setelah pulang sekolah, setelah lat. Drama bhs inggris, terlihat langit yg kurang bersahabat (mendung), aku hanya meratapin langit itu, dengan firasat semoga tidak terjadi apa-apa.
Mungkin kira-kira jam sudah menunjukan pkl. 4’30 aku masih berada di sklh, ada sih rasa ingin pulang namun temanku memintaku agar menunggunya hingga jam 5. Setelah pulang tak lama saat sampai di rumah, ummi mengabarkan jikalau ayah pergi, lalu aku bertanya “ayah pergi kemana?” | “ayah pergi ke jawa” | “emg di jawa ada acara apa mi?” | “mbah yah meninggal”. Dgn sontak aku pun berkata innalillahi, apa kah ini arti semua perasaan dan firasat ini?
2) Bukan hanya itu saja, saat nenek kandung ku *dari ayah* meninggal ummi merasa seakan akan di samping ummi ada mbah putri yg sedang tersenyum. Namun sebelumnya, saat mbah putri di rawat di rumah sakit umum Yogyakarta, mungkin hampir 2 bln aku tidak masuk sekolah ^hehehe. Setiap kali aku di ajak pulang sama ayah ummi, rasanya seperti aku gak mau jauh dari mbah putri, gak mau pisah dari mbah putri, Cuma mau nemenin dan ada di sisi mbah putri sampai mbah putri sembuh :” . dan akhirnya mungkin sudah lewat dari 1 bln, ayah dan ummi kembali merayuku untuk pulang dan melanjutkan sekolah. Akupun menyetujui ajakan kembali ke cilegon, dengan persyaratan harus pulang dengan kereta (inilah saat pertama kalinya aku naik kreta ^wkwk) esoknya kami kembali ke cilegon, kirakira, jam 5 pagi kami sampai di rumah tepatnya hari minggu. Mungkin karna aku dan kel. Lelah kami pun beristirahat dan seakan tak peduli dgn barang barang yg berserakan. Malam nya sekitar pukul sembilan pakde ku datang berkunjung ke rumah, dan di saat itulah ummi merasa kalau mbah putri ada di dkt kami (mungkin karna ummi adalah menantu terdekat mbah putri, dan aku adalah cucu perempuan yg selalu bersama dengannya) sekitar pukul 10, di saat para orang tua mengobrol, terdengar suara telp berdering dan saat di angkat ternyata sebuah kabar buruk “mbah putri telah kembali kesisi yg kuasa (Allah SWT), kami pun kaget mungkin karna terburu buru. Kami lupa u/ membawa makanan, hanya saja di mabil kami membawa kasur kecil, karna pada saat itu anak anak sudah sangat mengantuk ^termaksud aku^ saat ingin menjemput omku yg tinggal di bogor kakak mengalami kecelakaan kecil, tangannya terjepit pintu mobil *hehe. Mungkin hanya sekilas cerita ini karna cerita ini membuatku seolah ingin manangis hehehe, maklum aku memang gadis yg boleh dikatakan cengeng :D
Sekian, kalau mau berpendapat/aspirasi atau berbagi cerita tentu blh, tinggal koment aja. Insyaalllah aku balas koment mu :D
Wassallam